Tak Senang Anjingnya Dianiyaya Pria Tikam Tetangga, Depok

Admin/ Mei 12, 2025/ Berita

Peristiwa tragis terjadi di Depok pada hari Senin malam, 12 Mei 2025, ketika seorang pria nekat melakukan aksi tikam tetangga hingga tewas hanya karena tidak terima anjing peliharaannya dianiaya. Insiden berdarah yang dipicu oleh masalah hewan peliharaan ini terjadi di kawasan Bojonggede dan menggemparkan warga sekitar. Tikam tetangga ini dilakukan oleh pelaku berinisial R (35) terhadap korban yang diketahui bernama S (42).

Menurut keterangan dari Kapolsek Bojonggede, Kompol Aris Sanjaya, S.H., kejadian bermula ketika korban S diduga melakukan penganiayaan terhadap anjing peliharaan pelaku R. Pelaku yang tidak terima dengan perlakuan korban kemudian mendatangi rumah S dan terjadilah cekcok mulut di antara keduanya. Emosi pelaku yang sudah tersulut akhirnya memuncak hingga berujung pada aksi tikam tetangga menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 20.00 WIB mengenai adanya perkelahian yang berujung penusukan. Setelah tiba di lokasi, kami mendapati korban sudah tergeletak dengan luka tusuk di bagian dada,” ujar Kompol Aris Sanjaya dalam konferensi pers di Mapolsek Bojonggede pada Selasa pagi, 13 Mei 2025. Korban S dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.

Setelah melakukan aksi tikam tetangga tersebut, pelaku R sempat melarikan diri. Namun, berkat kesigapan petugas kepolisian yang melakukan pengejaran berdasarkan keterangan saksi-saksi, pelaku berhasil diamankan beberapa jam kemudian di sekitar wilayah Bojonggede. Saat penangkapan, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan penusukan.

“Pelaku saat ini sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Kami akan mendalami lebih lanjut motif pasti dari aksi tikam tetangga ini,” lanjut Kompol Aris Sanjaya. Atas perbuatannya, pelaku R akan dijerat dengan pasal tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian masalah dengan cara yang baik dan tidak melalui kekerasan. Hanya karena persoalan hewan peliharaan, nyawa seseorang harus melayang akibat aksi tikam tetangga yang dilakukan secara brutal. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan tidak main hakim sendiri.

Share this Post